Senin, 14 November 2016

Ternyata Ulama Mesir yang Jadi Saksi Ahok Datang Atas Kemauan Sendiri Karena Prihatin Bukan Diminta

Ternyata Ulama Mesir yang Jadi Saksi Ahok Datang Atas Kemauan Sendiri Karena Prihatin Bukan Diminta

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/ternyata-ulama-mesir-yang-jadi-saksi.html

www.LigaEmas.com - Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku tidak mengetahui mengenai ahli tafsir dari Mesiryang akan menjadi saksi meringankannya dalam kasus dugaan penistaan agama.

Ahli tafsir dari Mesir itu akan memberikan kesaksiannya pada gelar perkara terbuka yang rencananya dilaksanakan pada Selasa (15/11/2016) sekitar pukul 09.00 WIB, di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan.

"(Ahli tafsir dari Mesir) bukan aku yang datangin. Aku saja baca di media," kata Ahok, saat dihubungi Kompas.com, Selasa pagi.

Informasi mengenai kehadiran ahli tafsir dari Mesir yang dihadirkan oleh Ahok sebagai terlapor itu datang dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tito tak mempermasalahkan hal ini.

Ia kemudian mencontohkan kasus pembunuhan Mirna Wayan Salihin oleh Jessica Kumala Wongso. Dalam sidang, Jessica mengajukan saksi ahli dari Australia.

Menurut dia, baik pelapor maupun terlapor bebas mengajukan ahli yang menurut mereka kompeten di bidangnya.

"Kalau dari terlapor ngambil (ahli tafsir) dariMesir ya silahkan. Enggak ada masalah," kata Tito.

Rencananya gelar perkara akan dihadiri oleh para pelapor yang jumlahnya 11 orang, terlapor yakni Ahok atau diwakili pengacaranya, para ahli, para penyelidik kasus itu, serta Ombudsman, Kompolnas, dan Komisi III sebagai pengawas yang sifatnya netral.

Kemudian, kemungkinan pada Rabu (16/11/2016) atau Kamis (17/11/2016), penyidik akan mengambil kesimpulan apakah status penyelidikan bisa dinaikkan ke penyidikan atau tidak.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto yang memimpin gelar perkara akan mengumumkan hasilnya.

Adapun penyelenggaraan gelar perkara secara terbuka ini merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodokepada Tito agar tidak ada prasangka negatif dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama.

Ahok dituduh melakukan penistaan agama karena mengutip ayat suci saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.

Biaya sendiri

Bukan lobi maupun kompensasi uang. Kedatangan ulama besar Mesir, Syekh Musthofa Amr Al Wardani (dalam penulisanMesir, Shekh Amrou El Wardanei) menjadi saksi ahli meringankan bagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah inisiatif sendiri.

Syekh yang menjadi Deputi Bidang Kaderisasi Lembaga Fatwa Al Ifta Mesir itu akan hadir sebagai saksi ahli bagi Gubernur (nonaktif) DKI Jakarta pada gelar perkara kasus penistaan agama yang dihelat Mabes Polri, Selasa (15/11).

"Itu memang Syekh-nya yang sendiri yang menawarkan diri ke Ahok, untuk memberi keterangan di kepolisian. Karena beliau menyampaikan merasa terpanggil dengan yang terjadi di sini," kata juru bicara Tim Pemenangan cagub/cawagub Ahok-Djarot, Donny Tjahya di Jakarta, Senin (14/11).

Menurut Donny, selama ini Syekh mengikuti perkembangan kasus Ahok. Terutama pasca demo besar 4 November lalu. Mengenai informasi rencana kedatangan Syekh, pertamakali disampaikan Ahok kepada tim pemenangan.

Sebagaimana penjelasan Ahok, Syekh Musthofa justru yang menelepon lebih dulu ke Ahok. beberapa hari pasca demo 4 November lalu. Setelah itu, keduanya membahas lebih mendalam perihal pidato yang disampaikan Ahok di Kepulauan Seribu akhir September lalu.

"Secara keseluruhan komunikasi dilakukan oleh Ahok sendiri dengan Syekh. Jadi, ide atau yang berinisiatif itu menjadi saksi ahli itu dari ahli Mesir tersebut," tutur Donny.

"Nah, dalam proses komunikasinya itu, Syekh menyampaikan ingin membela Ahok," sambungnya.
Donny mengaku tidak tahu apakah Ahok sudah pernah bertemu dengan Syekh Musthofa atau belum sebelumnya. Diketahui, Syekh Amru Al Wardani pernah datang ke Jakarta dan memberikan ceramah pada Februari 2016.

"Saya juga tidak tahu, apakah Pak Ahok sempat bertemu dengannya saat datang ke Jakarta Februari lalu."

Donny juga menjelaskan bahwa Syekh Musthofa yang membiayai sendiri keberangkatannya dari Kairo, Mesir ke Jakarta. Begitu pula biaya penginapan selama tinggal di Jakarta.

"Kedatangannya ke sini disiapkan oleh protokoler Ahok langsung. Untuk biaya pesawat dan hotel yang bayar beliau sendiri, karena kemauan sendiri. Tapi, teknisnya nanti apa akan diganti oleh Ahok, itu dibicarakan nanti berikutnya. Karena mungkin setidaknya Ahok ingin menyampaikan terima kasih," jelasnya.

Menurutnya, Syekh Musthofa Amr Al Wardani bersama beberapa saksi dan ahli dari Ahok akan menghadiri gelar perkara kasus penistaan agama di Mabes Polri pada Selasa (15/11) pagi.

"Besok (hari ini), Isya Allah beliau akan hadir di Mabes Polri. Jadi, selain beliau ada beberapa saksi dan ahli dari Ahok, terakhir ada enam orang. Profesor Muladi akan hadir sebagai ahli," ungkapnya.

"Nantinya Syekh akan memberi keterangan atau penafsiran terhadap substansi dari apa yang dituduhkan kepada Ahok, apakah yang disampaikan Ahok itu menistakan agama tidak," sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Donny juga membantah kabar kesediaan Amr Al Wardani menjadi saksi ahli untuk perkara Ahok adalah karena bantuan Presiden Joko Widodo ataupun PDI Perjuangan melalui Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzi.

Helmy Fauzi diketakui merupakan politikus PDI Perjuangan yang pernah jadi Dewan Pakar Hubungan Internasonal Seknas Jokowi.

"Itu nggak benar. Karena yang berinisiatif menawarkan diri itu datang dari Syekh-nya sendiri," tegasnya.

Donny juga berharap dan mengajak semua pihak yang berkepentingan dengan kasus penistaan agama diduga dilakukan oleh Ahok agar bisa menerima apapun hasil penyidikan dan gelar perkara dari penegak hukum, Polri.

"Pertama, Presiden Jokowi sudah menegaskan, dirinya tidak akan melindungi hukum dan melepaskannya kepada proses hukum," kata Donny.

"Dan Ahok pun sudah siap jika memang nantinya cukup bukti, monggo (ditetapkan menjadi tersangka). Tidak ada mempengaruhi karena gelar perkaranya pun dilakukan secara terbuka dan terbatas dan diawasi pihak internal dan eksternal Polri," ujar Donny.

"Mari serahkan kepada proses hukum, apapun keputusan penegak hukum nantinya harus bisa diterima semua pihak yang berkepentingan. Inilah proses hukum, ini negara hukum. Tidak bisa kita semaunya (menjadikan seseorang tersangka). Kalau semaunya, enggak perlu proses hukum ini lagi," tukasnya.

Mengapa Kami Disebut Kafir?

Mengapa Kami Disebut Kafir?

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/mengapa-kami-disebut-kafir.html

www.LigaEmas.com - Kafir! Begitulah kami dipanggil.
Aku tak mengerti, apa yang membuat kami dipandang sebagai orang kafir? Rasa penasaran membuatku membuka KBBI, mencari penafsiran akan arti kata kafir. Dalam KBBI kafir diartikan sebagai :
ka·fir n orang yg tidak percaya kpd Allah dan rasul-Nya;
-- harbi orang kafir yg mengganggu dan mengacau keselamatan Islam sehingga wajib diperangi;
--muahid orang kafir yg telah mengadakan perjanjian dng umat Islam bahwa mereka tidak akan menyerang atau bermusuhan dng umat Islam selama perjanjian berlaku;
-- zimi
 orang kafir yg tunduk kpd pemerintahan Islam dng kewajiban membayar pajak bagi yg mampu;
Aku mulai meresapi setiap kata yang tercantum di dalam kamus. Kami umat Kristiani memiliki kepercayaan terhadap sang pencipta. Kami menyebutnya sebagai Allah Bapa. Pada ajarannya kami berpegang teguh. Tapi, tidak peduli seberapa sering kami berdoa dan beribadah, kami tetap dipanggil sebagai orang kafir. Tidak peduli seberapa besar perbuatan baik yang kami lakukan, kami tetap dipanggil sebagai orang kafir.

Rasa sakit semakin bertambah ketika aku menemukan sebuah tulisan yang mengatakan bahwa orang Kristen tidak memiliki iman. Berbagai macam alasan mereka ucapkan untuk mendukung bahwa merekalah yang benar.

Sebenarnya saya bukanlah orang yang memiliki pengetahuan yang dalam terkait agama. Saya bukanlah orang yang ahli dalam bidang agama. Hanya saja saya yakin, setiap orang pasti akan mengatakan bahwa agamanyalah yang paling benar. Hal ini adalah sifat manusiawi. Setiap orang akan lahir dan memiliki pola pikir yang berbeda. Bagaimana pun, saya akan tetap memegang teguh ajaran yang telah saya terima sejak lahir.

Hanya saja, kadang saya merasakan terluka setiap membaca tulisan yang terus saja memojokkan agama saya. Mungkin ini yang membuat orang tua saya terus melarang saya untuk membaca setiap tulisan yang menyinggung tentang agama. Mereka tahu bahwa hanya dengan melihatnya saja akan menggoreskan luka.

Tapi Tuhan sungguh baik, saya dianugerahi orang tua yang penuh kasih dan bijaksana. Betapa pun dalam luka yang menggores, saya tidak pernah melihat orang tua saya memperlakukan orang yang beragama Muslim ataupun agama lainnya dengan semena-mena.

Menghargai adalah hal yang selalu ditekankan kepada kami, anak-anaknya. Salah satu contoh kecilnya adalah saat aku melihat papaku mengingatkan karyawannya untuk salat, aku juga pernah melihat papaku menasehati karyawatinya untuk menggunakan jilbab.

Aku pernah bertanya kepada kedua orang tuaku, apakah sedikit pun tidak ada rasa amarah saat melihat berita penyegelan gereja, pembakaran gereja, komentar menyakitkan tentang orang-orang yang terus menganggap kami sebagai kaum kafir dan komentar-komentar orang yang menghina agama juga kitab suci kami.

Saat itu mereka tersenyum, secara bergantian mereka menjawab pertanyaanku. Saat itu mama berkata, "Ayo kita baca Alkitab." Lalu mama membuka beberapa ayat.

Yang pertama adalah Efesus 4:32 yang menyatakan,
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Ayat yang kedua adalah Kolose 3:13-14 yang menyatakan,
13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 
14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan”. “lihat sayang! kata mama menunjukkan ayat-ayat alkitab tersebut. Ini adalah dua dari sekian banyak ayat yang menuliskan tentang pengampunan.
Kamu harus tahu bahwa seorang kristen tidak boleh hidup dalam kebencian, dendam, iri, marah atau hal-hal yang tidak baik. Bukankah kita harus memiliki sifat mengampuni seperti yang telah Allah ajarkan kepada kita?”
Lalu papaku menambahkan ucapan mama, “Jangan menaruh dendam atas segala ucapan orang yang tak mengerti. Apa pun itu, cobalah untuk berlapang dada, memaafkan. Saling menghargai perbedaan karena setiap orang berhak untuk memeluk agamanya masing-masing. Doakan saja yang terbaik.”


Aku tersenyum, itulah orang tuaku. Memiliki pandangan yang luas, berhati-hati dan bijaksana dalam menyikapi permasalahan. Dari mereka aku belajar untuk lebih bersabar dan memaafkan orang-orang yang lupa caranya menghargai. Bagaimana pun juga aku senang tinggal di Indonesia yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Bapak Ini Ungkap Kekesalan Ke FPI & MUI Yg Terkesan Membisu Soal Bom Samarinda! Share!

Bapak Ini Ungkap Kekesalan Ke FPI & MUI Yg Terkesan Membisu Soal Bom Samarinda! Share!

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/bapak-ini-ungkap-kekesalan-ke-fpi-mui.html

www.LigaEmas.com - Akun FB Yusuf Muhammad geram sekali dengan aksi barbar yang dilakukan oleh mantan napi teroris di gereja oikumene samarinda

Sebagaimana diketahui, hari ini telah terjadi peledakan dengan bom molotov di gereja oikumene samarinda yang melukai 4 balita tak berdosa

Kejadian ini membuat yusuf muhammad murka kepada Ulama MUI, FPI dan juga terhadap umat muslim anti ahok yang pada tanggal 4/11/2016 lalu berbondong bondong datang ke jakarta untuk mendemo Ahok

Yusuf Muhammad mempertanyakan pada kemana Ulama MUI, FPI disaat ada ledakan di gereja oikumene samarinda ini kenapa suara mereka sama sekali tidak terdengar sama sekali ikut mengecam?

yusuf muhammad membuat postingan berisi kritikan pedas kepada ulama MUI

Berikut ini kutipan lengkap yusuf muhammad yang dikutip CeriaNews.com lewat akun facebooknya:


Wahai para MUI, Kyai, Ulama, Habib, Ustad, FPI dan apalah pokoknya yang yang pinter2 dan paling jago dalam beragama.

Coba tunjukkan sikap tegas kalian semua, jika ada peledakkan bom di Gereja Samarinda yang pelakunya mengatasnamakan ajaran islam, membawa-bawa nama islam, mengatasnamakan "jihad", dan korbanya anak-anak,

Apakah yang seperti demikian tidak menistakan agama dan merusak nama islam?

Bukankah islam itu "rahmatan lillalamin"?

Jangan hanya bungkam dan sibuk berpolitik. Kalian pemimpin umat, membawa nama umat, pewaris ajaran Nabi yang penuh rahmat, penuh kasih sayang, dan kedamaian.

Jangan cuma lantang pada hal- hal yang berbau politik. Jangan bungkam karena tidak ada uang.

Jangan gadaikan integritas sebagai pemimpin umat. Saya muak dengan perilaku-perilaku pengeboman kelompok radikal yang selalu mengatasnamakan islam.

Ayo terutama yang demo demo kemaren pada Jum'at 4/11, mana suara kalian semua?

Lihatlah korbanya anak- anak kecil yang masih polos tak berdosa. Jangan tutup mata, jangan bungkam dan jangan pura- pura tuli terhadap faham radikalisme sesat yang mengatasnamakan islam.

Pelaku ngebom pakai nama islam.

Pelaku ngebom pakai ajaran islam.

Pelaku ngebom pakai nama jihad.

Pelaku ngebom pakai takbir.

Apakah yang seperti ini harus dibiarkan dan dibela?

Apakah yang seperti ini dikatakan jihad fisabilillah?

#SayNoToRadicalism

#SayNoToTerrorism


Postingan Yusuf muhammad ini membuat pengguna facebook lainnya merasa tergugah dan membagikan postingannya sebanyak banyaknya

Hingga berita ini diturunkan oleh tim cerianews.com, postingan yusuf muhammad yang berisi kritikan pedas terhadap MUI yang dia anggap terlalu sibuk ngurusin politik ketimbang bersimpati terhadap korban peledakan bom molotov di gereja oikumene samarinda sudah dibagikan 3.285 kali oleh pengguna facebook dan sepertinya jumlah yang share terus bertambah..

Kata BI, Pelemahan Rupiah yang Mengagetkan seperti Hari Ini Bisa Ditangkal dengan Jurus Ini

Kata BI, Pelemahan Rupiah yang Mengagetkan seperti Hari Ini Bisa Ditangkal dengan Jurus Ini

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/kata-bi-pelemahan-rupiah-yang.html

www.LigaEmas.com - Pagi ini, Jumat (11/11/2016), nilai tukar rupiah sempat melemah bahkan hingga sempat menembus level Rp 13.800 per dolar AS.

Lalu, bagaimana pendapat Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter terkait pelemahan tersebut?

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengungkapkan, pelemahan tersebut tidak terlepas dari faktor eksternal khususnya terkait kebijakan presiden terpilih AS Donald Trump.

Dalam beberapa kesempatan, Trump menyatakan bakal melakukan kebijakan proteksionisme dalam perekonomian AS.

Setelah itu, muncul beberapa spekulasi dan analisis mengenai dampak kebijakan proteksionisme AS terhadap perekonomian negara-negara lainnya.

Menurut Mirza, berdasarkan analisis yang bermunculan, negara-negara berkembang atau emerging markets akan sangat terdampak kebijakan itu.

"Analisis-analisis itu menurut kami ada dasarnya, tapi itu buat negara yang sangat berkaitan dengan AS, sehingga pada 8 sampai 9 November 2016 mata uang seperti (peso) Meksiko melemah 7 persen," jelas Mirza di kantornya, Jumat sore.

Mirza berpendapat, pelemahan rupiah bisa ditangkal dengan fundamental ekonomi Indonesia yang baik.

Salah satu rapor baik perekonomian Indonesia yang mendukung fundamental adalah pertumbuhan ekonomi kuartal III yang mencapai 5,02 persen.

Dibandingkan dengan negara-negara lain yang sekawasan, realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut masih tergolong baik.

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Singapura tidak sampai 2 persen dan Thailand di bawah 3 persen.

Sehingga, di kawasan ASEAN, hanya dua negara yang mencatat pertumbuhan ekonomi baik, yakni Filipina yang mencatat 6 persen dan Indonesia.

"Defisit transaksi berjalan juga tidak lebih dari 2,5 persen PDB, bahkan 1,8 persen. Jadi suatu angka yang sangat sehat. Dari sisi fundamental Indonesia dalam kondisi yang baik," terang Mirza.

Kenapa Ibas dan Fahri Kebal Hukum?

Kenapa Ibas dan Fahri Kebal Hukum?

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/kenapa-ibas-dan-fahri-kebal-hukum.html

www.LigaEmas.com - Sampai sekarang saya masih terngiang dengan keterangan pers yang disampaikan oleh SBY. Dia bilang jangan sampai Ahok dinilai kebal hukum. “bayangkan, do not touch Ahok” tambah SBY.

Mengapa saya terngiang? Sebab setelah dipikir-pikir, sepertinya SBY memposisikan Ahok jadi mirip Ibas. Saya mulai berpikir bahwa SBY pernah mengatakan “do not touch Ibas” saat dirinya masih jadi Presiden. Mengapa begitu? Berikut penjelasannya.

Ibas merupakan salah satu nama yang paling sering disebut terlibat dalam lingkaran kasus korupsi Demokrat. Berkali-kali Nazarudin menyebut sekjen Demokrat, Ibas, terlibat. Sementara Angelina Sondakh juga menyebut keterlibatan Ibas.

“Kalau Pak Nazar bilang itu perintah Ketua Umum, Anas (Urbaningrum), dan izin dari pangeran. Kalau pangeran, saya mengetahui dari Pak Nazar. Pangeran itu Ibas,” ujar Angie.

Yulianis juga menyebut Ibas menerima USD 200.000 untuk kepentingan kongres Partai Demokrat. Selain itu Anas Urbaningrum juga sempat meminta SBY dan Ibas untuk bersaksi dalam persidangannya, namun setelah KPK kirimkan surat undangan, SBY dan Ibas mangkir dari panggilan tanpa alasan yang jelas.

Jadi sekarang kalau SBY mengingatkan soal jangan ada yang kebal hukum, mungkin maksudnya kecuali dirinya dan Ibas. Sama seperti slogan Demokrat “katakan tidak pada korupsi” padahal menjadi satu-satunya partai yang hampir semua pengurus intinya korupsi. Sepanjang sejarah Indonesia, hanya Demokrat yang bisa begitu.

Yulianis, Anas, Nazarudin dan Angie sudah menyebut Ibas terlibat dalam kesaksian persidangan dan juga BAP masing-masing. Ibas juga pernah dipanggil KPK namun tidak hadir. Dengan semua fakta sejarah ini, apakah ada kesimpulan yang lebih sempurna selain Ibas kebal hukum? Tolong bantu saya mengerti, bantu rakyat Indonesia mengerti.

Selain Ibas, ada juga satu orang yang bukan siapa-siapa, namun cukup kebal hukum di Indonesia. Dia adalah Fahri Hamzah pimpinan DPR. Fahri sebelumnya sudah dipecat dari PKS namun sampai sekarang masih bertahan sebagai pimpinan DPR. Padahal hukum kita tidak menganut DPR independen, semua merupakan perwakilan partai. Soal mengapa Fahri dipecat, sebelumnya sudah saya tulis secar detail di: https://seword.com/politik/fahri-dipecat-karena-memfitnah-bohong-ingkar-dan-ngeyel/

Fahri dan Ibas memiliki kesamaan dalam hal kebal hukum. Ibas menjadi satu-satunya pengurus inti Demokrat yang tidak masuk penjara, padahal Ketum, Bendahara sampai wakil Sekjennya sudah terjerat semuanya. Sementara Fahri, merupakan satu-satunya DPR yang tidak memiliki partai dan MKD tidak berani menggelar sidang. Padahal dulu Setya Novanto yang merupakan pimpinan DPR, saat terkena kasus Papa Minta Saham disidang dan berhasil membuatnya mundur dari pimpinan, sekarang hanya jadi anggota DPR.

Mengapa Fahri dan Ibas kebal hukum?

Sampai di sini, saya yakin akan banyak yang bertanya seperti itu. Untuk itu penting rasanya saya jelaskan menggunakan logika sederhana ala Pakar Mantan.

Ibas dulu. Dia adalah anak SBY dan dulu pernah menjadi Presiden selama 10 tahun. Saat kasus Anas, Yulianis, Aggie sampai Nazarudin sedang hot topic, SBY masih jadi Presiden. Suka tidak suka, Ibas punya full backup dan cukup beralasan kalau kemudian tak tersentuh hukum, bahkan tak tersentuh media. Tak ada satupun media yang membesar-besarkan mangkirnya Ibas dari panggilan KPK. Soal namanya disebut pun hanya sekilas saja, tak pernah ditanggapi oleh pengamat. Tak pernah juga SBY didemo agar jangan melindungi Ibas.

Sementara KPK, juga mendadak tumpul jika sudah menyangkut nama Ibas. Tidak berani memproses atau bahkan komentar, kalau Ibas tak mau hadir ke persidangan, ya siapa yang bisa maksa?

Belakangan diketahui bahwa ketua KPK, Abraham Samad, ternyata merupakan orangnya SBY.

Setidaknya itu kesimpulan Megawati saat mempertimbangkan Abraham Samad untuk mendampingi Jokowi pada Pilpres 2014 lalu. Menurut informan seword, anak-anak Megawati sudah setuju dengan Samad, karena jika dipasangkan dengan Jokowi akan menjadi pasangan anak-anak muda melawan Prabowo Hatta yang cukup sakho (bahasa Arab, artinya tua).

Namun menjelang akhir penetapan, Megawati mendadak membatalkan Samad. Insting politiknya menyebut ada indikasi bahwa Samad merupakan orangnya SBY. Sehingga dipilihlah JK. Mengapa JK? Bukankah JK malah pernah jadi wakil SBY? Memang JK pernah Wapresnya SBY, namun JK kemudian berpisah dan maju sebagai Capres melawan SBY. Kesimpulannya, JK sudah bersih dan memisahkan diri dari jeratan SBY.

Insting politik Mega kemudian terkonfirmasi saat Budi Gunawan mendadak dijadikan tersangka oleh Abraham Samad saat Presiden sudah membuat rekomendasi calon Kapolri. Dan terbukti pada akhirnya Budi Gunawan dinyatakan tidak bersalah. Menurut persepsi kalangan PDIP, Abraham Samad melakukan itu karena dirinya sakit hati setelah gagal dijadikan Wapres Jokowi. Dan memang terbukti, penetapan tersangka pada Budi Gunawan tidak memiliki alasan dan bukti yang cukup.

Jadi sampai di sini menjadi masuk akal kenapa Ibas tak kunjung dipanggil, atau kalaupun dipanggil dia tidak datang dan KPK tak berani berkomentar apa-apa. Mungkin karena ketuanya si Abraham Samad ini memang orangnya SBY. Kompensasi dari tidak ditangkapnya Ibas adalah penangkapan terhadap banyak kader Demokrat. Sehingga opini publik yang terbentuk adalah benar bahwa Ibas tak terlibat atau tak cukup bukti, sebab jika terlibat dan cukup bukti pasti sudah diproses, lihat saja menteri demokrat dan pengurusnya, semua masuk penjara.

Sekarang, meski KPK sudah ganti pengurus, namun kasus-kasus korupsi Demokrat sudah mulai terlupakan, seperti banyak kesalahan mantan-mantan. Tapi yang menurut saya paling logis adalah ancaman nyata terhadap siapapun ketua KPK. Sebab satu-satunya ketua KPK yang berani mengusik keluarga SBY hanyalah Antasari, dan beliau berhasil dijebloskan ke penjara atas tuduhan pembunuhan berencana. Jadi sekarang seolah terkesan biarlah Ibas bebas, yang penting kasus lain diproses dan ketuanya tidak masuk penjara lagi karena tuduhan yang tidak jelas seperti yang dialami Antasari. Soal kasus Antasari, teman-teman bisa buka di: https://seword.com/politik/antasari-korban-kejam-dan-kejinya-rezim-sby/

Selanjutnya Fahri Hamzah. Dia ini terkenal loyal dengan Prabowo dan haters akut Presiden Jokowi. Kemarin saat demo 4 November, Fahri ikut berorasi mengancam melengserkan Jokowi. Bahkan Fahri menjanjikan massa untuk masuk ke gedung DPR jika Jokowi tidak menemui perwakilan demonstran. Saat malam, Fahri terus menerus lakukan negosiasi agar massa bisa masuk ke gedung DPR. Namun hal itu ditolak oleh Kapolri. Alasannya sederhana, jika massa masuk, mereka tak akan mau keluar dan kemudian menguasai gedung DPR. Puncak tujuannya adalah melengserkan Presiden. Hal ini disampaikan oleh Kapolri Tito Karnavian saat datang ke ILC.

Untuk orasi dan upaya makarnya tesebut, Fahri kemudian dilaporkan ke Polisi oleh Birgaldo Sinaga Bara JP yang juga kebetulan merupakan penulis di seword.com ini.

Meskipun saya mendukung Fahri dipenjara, namun jujur saya pesimis orang ini bisa dijerat hukum. Sebab yang sudah jelas dipecat dari PKS saja, jelas ada suratnya, dia masih tetap jadi pimpinan DPR.

Apalagi hanya laporan ke Polisi yang masih perlu bukti dan sidang. Bisa saja kasus ini tidak dilanjutkan atau dinyatakan tidak terbukti.

Lalu pertanyaannya kemudian, kenapa Fahri kebal hukum? Menurut analisa Pakar Mantan, sebenarnya Fahri ini dipecat oleh PKS karena sudah kesepakatan bersama. Tujuannya agar PKS bisa merayu Presiden Jokowi dan masuk dalam koalisi pemerintah, sehingga PKS bisa kembali menjadi partai koalisi yang oposisi, seperti yang mereka lakukan pada SBY dulu. Untuk hal itu, maka dikorbankanlah Fahri.

Namun ternyata Presiden Jokowi tidak menerima PKS sebagai partai koalisi. Menurut informan seword, Jokowi ragu pemecatan Fahri hanya sebatas pencitraan. Dan sekarang terbukti, PKS memecat Fahri memang hanya pencitraan. Kenyataannya mereka tak mempermasalahkan Fahri tetap duduk sebagai pimpinan DPR. Ini mirip mantanmu yang selingkuh itu, mengaku sudah jomblo dan membenci mantannya, tapi di belakang masih ketemuan dan ehem eheman.


Untuk itu menjadi menarik untuk menyimak kasus makar yang dilakukan oleh Fahri Hamzah. Kasus ini harus diusut sampai tuntas, agar aktor-aktor politik yang melindungi dan menjadikannya kebal hukum bisa muncul ke permukaan.

Menurut Kapolri, Ahok Akan Hadirkan Ahli Tafsir dari Mesir dalam Gelar Perkara

Menurut Kapolri, Ahok Akan Hadirkan Ahli Tafsir dari Mesir dalam Gelar Perkara

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/menurut-kapolri-ahok-akan-hadirkan-ahli.html

www.LigaEmas.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, para pelapor dan terlapor dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama akan mendatangkan sejumlah ahli.

Menurut dia, Ahok akan membawa ahli tafsir dari Mesir.

"Itu dari pihak terlapor ya. Pihak terlapor kan boleh mengajukan," ujar Tito, di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin (14/11/2016).

Tito mencontohkan, kasus pembunuhan Mirna Wayan Salihin oleh Jessica Kumala Wongso.
Dalam sidang, Jessica mengajukan saksi ahli dari Australia. Menurut dia, baik pelapor maupun terlapor bebas mengajukan ahli yang menurut mereka kompeten di bidangnya.

"Kalau dari terlapor ngambil dari Mesir ya silakan. Enggak ada masalah," kata Tito.

Gelar perkara terbuka akan dilakukan Selasa (15/11/2016) sekira pukul 09.00 WIB.


Acara itu dihadiri oleh para pelapor yang jumlahnya 11 orang, terlapor yakni Ahok atau diwakili pengacaranya, para ahli, para penyelidik kasus itu, serta Ombudsman, Kompolnas, dan Komisi III sebagai pengawas yang sifatnya netral.

"Ombudsman, Kompolnas, dan DPR nanti mereka tidak berbicara. Mereka akan mengawasi saja nanti," kata Tito.

Gelar perkara akan berlangsung tertutup bagi media.

Kemudian, kemungkinan pada Rabu (16/11/2016) atau Kamis (17/11/2016), penyidik akan mengambil kesimpulan apakah status penyelidikan bisa dinaikkan ke penyidikan atau tidak.


Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang memimpin gelar perkara akan mengumumkan hasilnya.

Minggu, 13 November 2016

Lupakan Soal TAWAWA CHALLENGE,Artis JAV KAHO SHIBUYA Sanggup Meletakkan Teko Bahkan Menghancurkan Kaleng Minuman Dengan OPPAInya...

Lupakan Soal TAWAWA CHALLENGE,Artis JAV KAHO SHIBUYA Sanggup Meletakkan Teko Bahkan Menghancurkan Kaleng Minuman Dengan OPPAInya...

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/lupakan-soal-tawawa-challengeartis-jav.html

www.LigaEmas.com - Beberapa waktu lalu para maniak sempat dihebohkan dengan Tawawa Challenge yaitu tantangan meletakkan smartphone di oppai tanpa terjatuh seperti yang dilakukan oleh Ai-Chan. Banyak netizens yang mencoba melakukan hal tersebut dan tidak sedikit dari mereka yang gagal melakukannya.

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/lupakan-soal-tawawa-challengeartis-jav.html

Namun hal tersebut ternyata masih tidak ada apa-apanya dibandingkan yang dilakukan oleh artis AV Jepang cantik yang bernama KAHO SHIBUYA. Doi mencoba tantangan tersebut namun dengan menggunakan benda yang lebih besar dari smartphone yaitu sebuah novel. Doi meletakkan novel Harry Potter di oppainya dan ternyata berhasil dan tidak terjatuh.

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/lupakan-soal-tawawa-challengeartis-jav.html

Setelah itu Doi juga mencoba benda lain yang lebih menantang. Doi meletakkan Gelas, Teko dan bahkan Pemanas Air di oppainya. Ternyata barang-barang tersebut pun berhasil bersarang di oppainya dan tidak terjatuh.

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/lupakan-soal-tawawa-challengeartis-jav.html

Oppainya doi yang ukurannya bombastis tersebut pun ternyata juga sangat multifungsi karena bisa meletakkan berbagai alat tulis kantor dan makanan.

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/lupakan-soal-tawawa-challengeartis-jav.html

Selain itu ternyata oppai doi juga mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk melumat barang. Doi mengunggah sebuah video dimana doi mencoba untuk menghancurkan sebuah kaleng minuman dengan oppainya dan hasilnya kaleng minuman tersebut langsung penyok "DiREMAS" oppainya doi...

http://ligaemas.blogspot.com/2016/11/lupakan-soal-tawawa-challengeartis-jav.html

Wah sasuga banget ya oppainya doi sudah multifungsi kuat lagi, Ai-Chan mah tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan doi.